Menurut saya tidak benar kalau komputer lebih cepat dari komputer.
karna yang menciptakan komputer adalah manusia jadi suatu hal yang mustahil apabila kecepatan otak atau CPU komputer lebih cepat dari otak manusia..otak manusia memiliki jutaan syaraf,semuanya saling bekerja untuk mengirim data, rangsangan, ataupun respon untuk kemudian diproses dan dikeluarkan dalam bentuk respon atau perintah dan tindakan. Syaraf-syaraf itu bersifat dapat menyimpan memori berupa data. Syaraf-syaraf tersebut akan terus berkembang seiring dengan penggunaannya. semakin sering otak digunakan berarti syaraf diotak juga berkembang begitu banyak hingga memiliki jutaan ruang untuk dapat menyimpan memori.namun otak manusia juga memiliki kelemahan, beberapa diantaranya otak dapat mengalami kelelahan jika dipergunakan secara terus menerus, otak juga tidak akan mengalami perubahan kecepatan berpikir jika tidak digunakan, dan malah akan mengalami kemunduran.maka dari itu kita harus pandai membagi waktu agar otak kita dapat berfungsi dengan baik
komputer sama halnya seperti otak memiliki kemampuan memproses data atau rangsangan menjadi perintah atau respon, komputer juga memiliki jutaan syaraf berupa mikrochip yang juga saling bekerja sama untuk memproses data dan memiliki memori yang berguna untuk menyimpan. berbeda dengan otak, komputer tidak memiliki rasa lelah seperti halnya otak manusia, sehingga komputer dapat digunakan secara terus menerus. namun kemampuan komputer tidak akan berkembang jika digunakan secara terus menerus. berbeda halnya dengan otak. komputer akan memiliki kecepatan memproses yang sama meskipun sering atau jarang digunakan.
Otak manusia juga dapat diibaratkan seperti otot, ia dapat mengembang dan mengerut tergantung pada perlakuan Anda terhadapnya. Otak manusia adalah suatu benda yang bersikap mekanis. Otak manusia yang ukuranya hanya sebesar setengah jeruk bali dapat menyimpan informasi sekitar 800 informasi perdetik selama rata-rata 75 tahun hidup manusia tanpa pernah merasa lelah. Jika sebuah komputer dirancang untuk menyamai potensi otak manusia, dibutuhkan komputer yang seukuran sebuah gedung bertingkat setinggi 400 meter dan membutuhkan listrik lebih dari 1000.000.000 watt daya listrik untuk menjalankannya. Itulah kekuatan otak manusia.
Kemampuan otak manusia pernah disamakan dengan komputer sebesar sebuah lapangan sepak bola. Otak manusia dengan berat kurang lebih 1,5 kg dapat mengalahkan CRAY supercomputer yang bebobot 7 ton. Otak manusia dapat bekerja dengan kecepatan 200 triliun kalkulasi perdetik. Jadi berhati-hatilah menggunakan komputer yang super canggih ini; yaitu otak Anda.
Otak manusia diciptakan dengan kapabilitas yang belum dapat diduga. Namun sayangnya setiap manusia datang kedunia ini tanpa membawa buku manual mengenai kegunaan otak dan pikirannya.
jadi dapat kita tarik kesimpulan bahwa komputer memiliki perbedaan dengan otak manusia namun keduanya sangat kita perlukan...otak komputer tidak akan berfungsi tanpa otak manusia dengan kata lain salah apabila otak komputer lebih cepat dari otak manusia karena otak manusia selalu terdepan...
Otak manusia lebih terdepan dunk...................dan tentunya no1.
Minggu, 08 November 2009
Selasa, 27 Oktober 2009
TUGAS TEKNOLOGI INFORMASI


- Absolute infornation merupakan pohonnya informasi yaitu jenis informasi yang disajikan dengan suatu jaminan dan tidal membutuhkan penjelasan lebih lanjut
- Substitutional information yaitu jenis informasi menunjuk kepada kasus dimana konsep informasi digunakan untuk sejumlah informasi.dalam pengertian ini,informasi kadang kala diganti dengan istilah komunitasi.
- Philosopic information yaitu jenis informasi yang berkaitan dengan konsep-konsep yang menghubungkan informasi pada pengetahuan dan kebijakan
- Subsective informasi yaitu jenis informasi yang berkaitan dengan perasaan dan emosi manusia.kehadiran informasi ini bergantung pada orang yang menyajikannya
- Objective information yaitu jenis informasi yang merujuk pada karakter logis informasi-informasi tertentu
- Cultural information yaitu informasi yang memberikan tekanan pada dimensi kultural.
Rabu, 14 Oktober 2009
Langganan:
Postingan (Atom)